Bupati Vicon Dengan Kades dari 240 Desa

Image Thumbnail

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)  Kabupaten Kapuas Hulu mengadakan kegiatan video conferance (Vicon) dengan 240 desa, Kamis (23/4/2020) pagi. Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir SH turut memberi arahan kepada Kepala Desa (Kades), perangkat desa berserta Camat yang mengikuti vicon, diantaranya terkait pemangkasan anggaran 50 persen setiap OPD serta pemangkasan Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp 3 Milyar lebih. 

Kepala DPMD Kapuas Hulu, Alfiansyah mengatakan ada 240an desa yang bergabung dalam vicon. Selain desa yang bergabung, ada juga dari pihak kecamatan. "Desa masih terbatas akses internet untuk vicon, sekitar 3/4 desa saja yang sudah mampu ikut vicon," ujarnya.  

Alfian menuturkan vicon membahas percepatan penyaluran dan pencairan dana desa. Saat ini ada 150 desa yang sudah mengusulkan pencairan dan 130an diantaranya sudah cair. "DD tahap satu yang sudah cair perlu penyesuaian, sebab ada perlakuan khusus. DD harus akumodir bansos tunai bagi keluarga miskin yang terdampak Covid19. Mohon yang sudah cair itu selalu koodinasi perlakuan dana desa itu, arahkan ke bansos tunai," ucap Alfian. 

Pada vicon kali ini, kata Alfian ada beberapa narasumber yang memberi materi, mulai dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia. Kemudian dari Dukcapil Kapuas Hulu terkait adminduk untuk yang layak terima bansos tunai dan bantuan lain. "Termasuk tim kami di DPMD, sebagai bekal aturan Kades yang baru dalam bekerja," tuntasnya.  

Sementara itu Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir mengatakan Kades yang dilantik harus cepat serah terima, sebab ini penting dalam pemanfaatan DD dan ADD.  Belum lagi daerah diwajibkan pangkas anggaran sebesar 50 persen dan suka tidak suka harus diterapkan. "Maka ADD juga dipangkas Rp 3 Miliar. Kami di tingkat kabupaten juga dipangkas 50 persen, ini saya kembalikan ke OPD dan harus clear sebelum Pemerintah Pusat yang ambil langkah pemangkasan tersebut," ucap Bupati. 

Kemudian terkait bansos tunai bagi warga miskin terdampak covid19, Bupati mengarahkan agar disesuaikan dengan keadaan ril dilapangan. "Bantuan ke masyarakat harus di data dan disesuaikan dengan aturan. Bantuan harus diberikan dengan baik dan harus tepat sasaran," tegas Bupati. 

Desa juga diarahkan agar proaktif melakukan langkah pencegahan covid19. Bagi Kades yang baru dilantik, Bupati mengharapkan agar berkoordinasi dengan DPMD Kapuas Hulu serta tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 kecamatan. "Dari informasi yang saya terima, bulan Mei dan Juni adalah puncak covid19, ini apabila kita displin pysical distancing. Kalau tidak displin ini bisa berkepanjangan, dan kembali berimbas ke anggaran daerah," tuntas Bupati. (yohanes) 

 

.

Share Post: